Mengenal Yūrei, Yōkai, dan Obake Di balik hiruk-pikuk kehidupan modern, Jepang menyimpan kekayaan cerita rakyat dan mitologi tentang makhluk gaib yang mendalam. Istilah untuk "hantu" di Jepang tidak tunggal, melainkan terbagi ke dalam beberapa kategori yang memiliki makna dan karakteristik berbeda. Tiga istilah yang paling umum adalah yūrei, yōkai, dan obake. Memahami perbedaan ketiganya akan membuka wawasan tentang cara pandang masyarakat Jepang terhadap alam supernatural.
Yūrei: Jiwa-Jiwa yang Terjebak Yūrei (幽霊) adalah istilah yang paling akrab dengan konsep hantu dalam budaya Barat. Secara harfiah, kata ini berarti "roh yang redup". Mereka adalah arwah dari orang-orang yang sudah meninggal, tetapi tidak dapat mencapai alam baka karena beberapa alasan: Kematian yang Tragis: Banyak yūrei adalah korban kematian yang kejam, bunuh diri, atau kecelakaan. Dendam yang Terpendam: Mereka kembali ke dunia untuk membalas dendam kepada orang yang menganiaya mereka atau untuk menyelesaikan urusan yang belum tuntas. Kurangnya Ritual yang Tepat: Tanpa upacara pemakaman yang layak, jiwa mereka tidak bisa tenang dan terjebak di antara dua dunia.
Ciri Khas Yūrei: Sering digambarkan dengan pakaian serba putih (shirōshozoku), pakaian pemakaman tradisional di Jepang. Memiliki rambut hitam panjang yang menutupi wajah. Tidak memiliki kaki, sehingga mereka terlihat melayang. Contoh Yūrei Terkenal: Oiwa: Dikenal dari legenda Yotsuya Kaidan, ia adalah contoh klasik yūrei pendendam yang kembali menghantui suaminya yang telah membunuhnya. Hanako-san: Arwah gadis kecil yang menghantui toilet sekolah, terutama di bilik ketiga. Konon, ia adalah korban atau serangan udara selama perang.
Yōkai: Makhluk Supernatural yang Beragam Berbeda dengan yūrei, yōkai (妖怪) adalah kategori yang jauh lebih luas dan beragam. Istilah ini mengacu pada segala jenis makhluk supernatural, monster, atau roh misterius yang ada dalam cerita rakyat Jepang. Tidak seperti yūrei yang selalu berasal dari jiwa manusia, yōkai bisa berasal dari mana saja: Dari Binatang: Beberapa hewan seperti rubah (kitsune) dan anjing rakun (tanuki) dikenal memiliki kekuatan spiritual dan bisa menjadi yōkai.
Dari Benda Mati: Beberapa yōkai muncul dari benda mati yang telah hidup selama puluhan atau ratusan tahun, seperti payung tua (kasa-obake). Dari Alam: Beberapa yōkai adalah fenomena alam yang dipersonifikasikan, seperti yuki-onna (wanita salju). Sifat Yōkai: Bisa menakutkan, nakal, atau bahkan baik hati. Banyak yang memiliki kekuatan spiritual atau supernatural yang luar biasa. Contoh Yōkai Terkenal: Oni: Makhluk besar dan berotot mirip ogre atau iblis, sering digambarkan berkulit merah atau biru dengan tanduk dan rambut liar. Kappa: Makhluk air yang menyerupai kura-kura, hidup di sungai dan danau. Mereka terkenal karena kenakalannya. Tengu: Makhluk humanoid dengan hidung panjang yang tinggal di pegunungan dan memiliki hubungan dengan seni bela diri.
Obake: Sesuatu yang Berubah Istilah obake (お化け) atau bakemono (化け物) memiliki makna paling umum. Kata ini berasal dari kata kerja bakeru (化ける), yang berarti "berubah" atau "mentransformasi". Oleh karena itu, obake merujuk pada makhluk apa pun yang mampu berubah bentuk atau wujudnya. Yūrei dapat dianggap sebagai jenis obake karena jiwa manusia berubah menjadi wujud hantu. Banyak yōkai yang juga termasuk dalam kategori obake, karena mereka sering kali berubah wujud untuk menipu atau mengganggu manusia. Namun, tidak semua obake adalah yōkai, dan tidak semua yōkai adalah yūrei. Contoh Obake: Bake-danuki: Anjing rakun (tanuki) yang mampu berubah bentuk. Bakeneko: Kucing yang berubah menjadi yōkai. Kasa-obake: Payung tua yang berubah menjadi makhluk hidup bermata satu.
Source:
https://japansociety.org/news/japans-monsters-inc-getting-to-know-obake-yokai-yurei/