Sejak ribuan tahun lalu, segel asal Tiongkok atau yìnzhāng (印章) memiliki fungsi sebagai penanda dokumen penting, karya seni, kontrak atau barang lain apapun yang memerlukan tanda tangan. Yìnzhāng memiliki motif yang unik yang merupakan identitas, status dan budaya. Biasanya segel diukir pada batu, kayu, bambu, tulang atau keramik. Ketika segel digunakan, harus dicelupkan dulu ke dalam tinta merah atau pasta cinnabar.
Segel pertama kali dibuat pada 221 SM. Setelah kaisar Tiongkok pertama Qin Shi Huang, menakhlukkan enam negara dan menyatukan Tiongkok, dia memerintahkan segel kekaisaran pertamanya untuk diukir menggunakan batu giok putih yang indah. Segel kekaisaran disebut dengan “ Xi” (/sshee/), dan hanya digunakan oleh yang berkuasa. Kaisar-kaisar berikutnya kemudian menggunakan Xi, namun jumlahnya terus bertambah tergantung disnasti yang berkuasa pada saat itu.
Pada masa Dinasti Ming (1368-1644) dan Qing (1644-1912) penggunaan segel tidak sebatas hanya oleh kaisar saja tapi mulai digunakan untuk pribadi seiring dengan perkembangan seni. Sgel digunakan oleh para seniman untuk menandai karya mereka. Orang-orang biasa juga mulai menggunakannya sebagai stempel pribadi untuk menandai dokumen penting, stempel tidak resmi ini disebut dengan “ Yin”.
Para pengukir stempel dapat menggunakan beberapa style kaligrafi, yang mana kemampuan tersebut dikembangkan dengan penuh kerja keras. Segel memiliki bentuk yang beragam, terdapat empat bagian stempel yaitu pegangan atau handle, badan, sisi dan muka. Sampai saat ini stempel atau segel masih digunakan sebagai pendamping tanda tangan.
Sumber:
https://www.chinahighlights.com/travelguide/culture/chinese-seals.htm
Sumber gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/95/%E8%88%88%E4%BB%81%E6%87%8B%E9%9D%88%E6%AE%BF_%2821%29%E5%B9%B3%E5%AE%89%E7%AC%A6%E5%8D%B0%E7%AB%A0.jpg