Masyarakat Tiongkok dikenal sangat berhati-hati dalam hal angka. Mereka menghindari menggunakan beberapa angka karena dapat mewakili nasib buruk, namun juga menggunakan angka-angka tertentu karena dapat melambangkan keberuntungan dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan masyarakat Tiongkok suka mengatakan "好事成双 (hǎo shì chéng shuāng)" yang merupakan peribahasa Tiongkok yang memiliki arti "semua hal yang baik datang berpasangan".
Untuk mencegah hal-hal yang tidak menguntungkan terjadi, masyarakat Tiongkok lebih suka memilih angka genap untuk merencanakan tanggal acara besar seperti pernikahan. Angka genap yang melambangkan keberuntungan yaitu angka 6 dan 8. Angka 6, yang dalam bahasa Mandarin dibaca "六 (Liù)", memiliki persamaan bunyi dengan karakter "流 (Liù)" yang memiliki arti "aliran" dan melambangkan keberuntungan. Sedangkan angka 8, yang dalam bahasa mandarin dibaca "八 (Bā)" terdengar seperti kosa kata "发 (Fā)" yang memiliki arti "berkembang".
Angka yang dihindari oleh masyarakat Tiongkok yaitu angka 4. Hal ini dikarenakan dalam bahasa Mandarin, angka 4 yang dibaca "四 (Sì)" terdengar seperti karakter "死 (Sì)" yang memiliki arti "kematian". Oleh karena itu, angka 4 dipercaya melambangkan nasib buruk.
Selain itu, ada pula makna angka 7 yang dalam bahasa mandarin dibaca "七 (Qī)". Beberapa orang menyukai angka 7 karena memiliki persamaan bunyi dengan karakter "起 (Qǐ)" yang memiliki arti "awal" atau "bangun" yang berarti hal-hal yang baik akan terjadi. Namun, bagi sebagian orang Tiongkok, ada juga yang menganggap bahwa angka 7 adalah angka sial karena juga memiliki persamaan bunyi dengan karakter lain yaitu "欺 (Qī)" yang memiliki arti "menipu".
Sumber gambar:
<a href="https://pixabay.com/id/users/geralt-9301/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=1036469">Gerd Altmann</a> dari <a href="https://pixabay.com/id//?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=1036469">Pixabay</a>