Sekitar 85% toilet di Hong Kong menggunakan air laut, bukan air tawar — sebuah inovasi cerdas yang telah membantu kota ini menghemat sumber daya air selama puluhan tahun.
Sistem unik ini mulai diterapkan sejak tahun 1950-an, ketika Hong Kong menghadapi keterbatasan air tawar akibat pertumbuhan penduduk yang pesat dan minimnya sumber air alami. Alih-alih mengandalkan air bersih untuk semua kebutuhan, pemerintah mengambil langkah visioner dengan memanfaatkan air laut untuk keperluan yang tidak memerlukan air minum, seperti menyiram toilet.
Dengan menggunakan air laut untuk flushing, jutaan galon air tawar dapat dihemat setiap tahun. Penghematan ini sangat krusial untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi kebutuhan penting seperti minum, memasak, dan kebersihan sehari-hari. Air laut yang digunakan pun telah melalui proses pengolahan agar aman bagi sistem perpipaan dan dialirkan melalui jaringan pipa terpisah dari air tawar.
Kini, sistem ini melayani sebagian besar penduduk Hong Kong, membantu mengurangi tekanan pada waduk dan menjadikan pengelolaan air lebih efisien di wilayah dengan sumber daya terbatas. Inovasi sederhana namun berdampak besar ini sering dijadikan contoh bagaimana kota besar dapat beradaptasi secara berkelanjutan.
Menurutmu, apakah sistem seperti ini bisa diterapkan di kotamu?
Source:
https://www.globaltimes.cn/Portals/0/attachment/2025/2025-03-27/d87f4b0a-fe95-4b4a-8ee1-b386ace86a29.jpeg