Di sebuah sudut terpencil China, tepatnya di Pulau Shengshan, terdapat sebuah desa yang tampak seperti keluar dari film fantasi: Houtouwan. Dahulu, desa ini merupakan perkampungan nelayan yang hidup dan ramai. Namun kini, Houtouwan dikenal sebagai desa hantu yang hampir sepenuhnya diambil alih oleh alam, menciptakan pemandangan yang sekaligus menyeramkan dan memukau.
Seiring ditinggalkannya desa ini oleh para penduduknya akibat sulitnya akses dan menurunnya hasil laut, bangunan-bangunan di Houtouwan perlahan kosong. Tanpa aktivitas manusia, alam mengambil alih perannya. Tanaman merambat, lumut, dan semak hijau tumbuh subur, menyelimuti dinding rumah, atap, hingga jalan-jalan sempit desa. Perpaduan antara bangunan tua yang rapuh dan hijaunya vegetasi menciptakan lanskap unik yang memperlihatkan ketangguhan alam dalam merebut kembali ruangnya.
Kini, Houtouwan menjadi daya tarik wisata yang mendunia. Para fotografer, pencinta alam, dan pelancong datang untuk menyaksikan langsung keindahan sunyi desa ini. Houtouwan bukan sekadar desa yang ditinggalkan, melainkan sebuah pengingat bahwa ketika manusia pergi, alam tetap hidup dan berkembang—diam, sabar, namun tak terhentikan.
Source:
https://www.theatlantic.com/photo/2018/06/travel-monday-a-photo-trip-to-the-abandoned-village-of-houtouwan/562529/